Bos dan Serkertarisnya


Pria yang memiliki kekuasaan memang sangat menarik bagi beberapa perempuan, tidak peduli bila mereka sudah menikah. Affair atau "dugaan" affair antara boss dan Personal Assistant (PA)/sekretarisnya berdampak buruk pada kepercayaan staf pada sang atasan. Bila integritas Anda dipertanyakan, hal-hal lain dalam kepemimpinan Anda juga diragukan.

KENALKAN ISTERI DENGAN PA/SEKRETARIS ANDA. 
Tujuan isteri untuk membuat suaminya sukses. Karena itu, ia berterima kasih pada orang-orang yang membantu mewujudkan kesuksesan suaminya di kantor, termasuk para sekretaris. Tetapi isteri punya indera keenam untuk mengerti sifat dan niat sekretaris suaminya. Bila isteri Anda keberatan, lebih baik Anda mendengarkannya, daripada isteri resah, merasa tidak aman, lalu memicu pertengkaran di rumah. Sudah pusing di kantor, Anda ingin rumah Anda tenang dan tenteram.

PRIORITASKAN ISTERI. 
Ada sekretaris yang merangkap satpam. Ia menentukan siapa yang dapat menelepon atasannya dan kapan. Beri jalur khusus untuk isteri Anda menelepon kapan saja, tanpa melalui/ditentukan oleh sekretaris Anda.

JANGAN MINTA SEKRETARIS MELAKUKAN TUGAS YANG BIASANYA DILAKUKAN ISTERI. 
Jangan biarkan sekretaris Anda menyiapkan makanan di piring Anda, memotong-motong daging, atau ikut mencicipi apa yang ada di piring Anda. Jangan biarkan ia meluruskan dasi atau melakukan hal yang biasa dilakukan isteri. Apa yang Anda dan sekretaris Anda tidak berani katakan/lakukan di depan isteri Anda, jangan dilakukan.

JANGAN SOK AKRAB, tidak tepat menganggapnya "adik" atau berkata "sudah seperti anak saya sendiri." Lagipula apa gunanya/ hubungannya dalam urusan profesionalisme? Jangan beri kesan kedekatan khusus yang bisa membuat orang menduga ke arah yang negatif (EI)

KEBANGGAAN SESEORANG BERSUMBER DARI PRESTASINYA. TAPI KEBAHAGIAANNYA TERGANTUNG PADA KEHARMONISAN KELUARGANYA.

Penulis : Esther Idayanti
Image : nairaland