3 Hal Yang Dapat Merusak Seorang Pemimpin


“Power tends to corrupt” kata Lord Acton, pakar sejarah Inggris. Bila tidak berhati-hati, seorang pemimpin bisa “terpeleset” gara-gara kekuasaan. Kekuasaan memang penting untuk membuat seorang pemimpin memiliki otoritas untuk mengatur agar hal-hal terlaksana, tetapi kekuasaan bisa menjatuhkan Anda bila:

KEKUASAN MEMBUAT ANDA BERPIKIR ANDA ISTIMEWA.  Hanya karena Anda memiliki kuasa, Anda bisa melakukan hal-hal yang orang lain tidak bisa lakukan. Tidak jarang pemimpin membuat pengecualian untuk dirinya, baik itu dalam urusan uang, prosedur, fasilitas dll. Dengan alasan “demi kelancaran” mereka menganggap bahwa aturan yang berlaku untuk orang lain tidak berlaku untuk dia. Contohnya mantan presiden Nixon terjerat skandal Watergate karena berpandangan “Presiden berada di atas hukum.”

KEKUASAAN MEMBUAT ANDA EGOIS. Semakin besar kekuasaannya, orang semakin fokus pada keinginan dan pandangannya, dan kurang memiliki kepekaan pada pandangan orang lain. Dalam psikologi ada “paradox of power” yaitu karakter yang membawa seorang pemimpin naik, hilang saat mereka berada di kursi kekuasaan. Mereka tidak lagi sopan, jujur, terbuka, melainkan menjadi impulsif, kasar dan sembrono. Mereka lebih menghakimi saat menilai orang. Makin tinggi posisi kita, makin kita harus belajar merendah.

KEKUASAAN MEMBUAT ANDA SENDIRIAN. Kadang pemimpin membuat jarak antara dia dengan orang sekitarnya, sengaja atau tidak. Ia tidak punya teman yang berani menegurnya atau berkata “Tidak,” yang ada hanya bawahan yang selalu berkata “Ya Pak.” Hal ini bukan saja menyempitkan wawasan organisasi, tetapi juga berbahaya bagi kelangsungan kepemimpinan. Setiap orang bisa bersalah dan berdosa, kita butuh orang yang berani mengatakan kebenaran dalam hidup kita (EI)

HAMPIR SEMUA ORANG DAPAT BERTAHAN DALAM KESULITAN, TETAPI BILA INGIN MENGUJI KARAKTER SESEORANG, BERI DIA KEKUASAAN (Abraham Lincoln) 

Penulis : Esther Idayanti
Image : yourstory